Obyek Wisata Petungkriyono, Pekalongan

petungkriyono.png

Petungkriono atau disebut juga Petungkriyono adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayah Kecamatan Petungkriyono 73,59 km2 atau 8,80% dari Luas Wilayah Kabupaten Pekalongan. Scara administratif terbagi atas 9 desa, 37 dusun, 39 RW dan 90 RT. Jarak antara Ibukota Kecamatan Petungkriyono dengan Ibukota Kabupaten Pekalongan sekitar 34 km. Pusat pemerintahan Kecamatan Petungkriyono berada di Desa Yosorejo.

            Kecamatan Petungkriyono merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian antara 600-2100 Mdpl dimana sebagian wilayah merupakan daerah dataran tinggi Pegunungan Serayu Utara. Sebelah selatan merupakan Kawasan Dataran Tinggi Dieng dengan rangkaian gunung seperti Gunung Rogojembangan. Selain itu terdapat Gunung Kendalisodo, Gunung Sikeru, Gunung Perbata, Gunung Geni, dan Gunung Kukusan. Kecamatan Petungkriyono menjadi hulu tiga sungai besar antara lain Sungai Wola, Kali Sengkarang, dan Sungai Kupang (Kali Pekalongan). Dari Kota Kajen (Ibukota Kabupaten Pekalongan) dan Kota Pekalongan, Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km yang dapat dicapai dengan kendaraan umum maupun pribadi yang lewat di kecamatan Doro. Lokasi Petungkriyono ini berada tidak jauh dari obyek wisata Dataran Tinggi Dieng hanya berjarak sekitar 40 km yang dapat dicapai dari Kabupaten Banjarnegara lewat jalur Sibebek-Gumelem.

            Petungkriyono dikenal sebagai salah satu hutan yang tersisa di Jawa. Di kawasan hutan ini hidup beragam satwa endemik jawa yang hampir punah seperti elang jawa, owa jawa, surili, dan lutung jawa. Menyambangi Petungkriyono, tak hanya akan disambut oleh keasrian alamnya yang mempesona namun kita juga akan merasakan nuansa keramahan dan kebersahabatan penduduk desa yang tinggal di daerah ini.

ATRAKSI

Kawasan Ekowisata Petungkriyono memiliki beberapa potensi wisata yang sangat menarik dan dibagi menjadi empat kelompok yaitu wisata pendidikan, wisata alam, wisata sejarah dan wisata petualangan.

Wisata Pendidikan terletak di Kawasan Hutan Sokokembang yang terkenal sebagai habitat Owa Jawa terbesar kedua di Indonesia. Tempat ini sering dikujungi para peneliti dari berbagai daerah bahkan peneliti dari luar negeri. Di tempat ini pula terdapat Sokokembang EcoAdventure, wahana menikmati keindahan alam Kampung Kopi Sokokembang sekaligus belajar mengenai konservasi dan pelestarian alam.

Untuk kelompok wisata alam terdiri dari beberapa wisata yaitu:

  1. Curug Bajing

Curug Bajing terletak di dusun Kembangan, Desa Tlogopakis. Curug Bajing menyuguhkan pemandangan yang indah. Lokasi Curug Bajing ini berada di ketinggian 1.300 Mdpl, sehingga wajar jika memiliki hawa yang sejuk.

  1. Curug Muncar

Curug Muncar terletak di Desa Curugmuncar. Curug ini berada pada ketinggian 1.249 Mdpl dan dikelilingi oleh pemandangan yang menawan lereng Gunung Rogojembangan. Terletak tidak jauh dari Curug Bajing.

  1. Curug Lawe

Curug Lawe berada di tengah hutan Gunung Perbata yag masih terjaga ke asriannya. Curug Lawe tepatnya berada di Desa Kasimpar.

  1. Kebun Strawberry Petungkriyono

Kebun Strawberry ini terletak di Desa Yososrejo. Di kebun ini pengunjung dapat langsung memetik Strawberry dan untuk selanjutnya ditimbang dan dinikmati dilokasi atau dibawa pulang. Di sini menyediakan tempat berteduh yang cukup luas dan menyediakan beberapa hidangan makanan ringan dan minuman hangat. Kebun milik salah seorang warga ini juga menanam berbagai jenis buah maupun sayur lainnya

Petungkriyono memiliki nilai kesejarahan yang cukup penting di Jawa, yaitu berupa peninggalan sejarah dari masa kerajaan Mataram Hindu (abad VII sampai abad IX M). Hal itu menjadikan Petungkriyono memiliki wisata sejarah yang cukup menarik diantaranya:

  1. Situs Linggo Yoni

Situs ini berlokasi di Dusun Kembangan, Desa Tlogopakis. Pada situs ini terdapat satu buah lingo yoni dan dua buah arca.

  1. Situs Naga Pertala

Situs ini berlokasi di Dusun Tlogopakis Desa Tlogopakis. Pada lokasi situs terdapat hiasan Kepala Naga di bawah cerat Yoni, tubuh naga melingkar dibawah badan Yoni, naga memakai anting-anting kaung (kluntingan), lidah menjulur keluar dengan hiasan daun, terdapat dua buah lingo semu diatas cerat yang berada di komplek situs linggo yoni.

Di Kecamatan Petungkriyono terdapat wisata petualangan, menyuguhkan wisata pendakian Gunung Kendalisodo dan Gunung Rogojembangan.

  1. Gunung Kendalisodo

Gunung Kendalisodo memiliki ketinggian hingga 1.695 Mdpl, Gunung Kendalisodo terletak di Tlogohendro. Puncak gunung ini terkenal dengan sebutan Puncak Hanamon, butuh waktu sekitar 1 jam bagi yang ingin mendaki sampai ke Puncak Hanamon. Puncak Hanamon menjadi tempat yang sangat bagus bagi wisatwan atau pendaki untuk menikmati keindahan pemandangan sekitarnya.

  1. Gunung Rogojembangan

Selain Gunung Kendalisodo, terdapat pula Gunung Rogojembangan yang dapat dijadikan tempat untuk pendakian. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Banjarnegara. Akses pendakian bisa melalui Simego dan Gumelem.

TRANSPORTASI

Untuk rutenya melalui jalur pantura, anda mengambil arah menuju Kabupaten Pekalongan. Kemudian menuju pasar Doro di Kecamatan Doro. Dari pasar Doro ini hanya ada satu jalan untuk menuju Petungkriyono. Setelah menemui gerbang ekowisata melewati  pusat Pemerintahan Kecamatan di Yosorejo hingga Kayupuring, jalan yang akan dilalui berkelok-kelok dan naik turun tetapi jalan ini sudah diaspal. Namun jalanan untuk masuk ke masing-masing obyek wisata merupakan jalan tanah berbatu.

Tranportasi yang dapat digunakan dari Kabupaten Pekalongan menuju Kecamatan Doro, bisa menggunakan transportasi umum yang ada seperti mini bus dan mikrolet. Setelah dari Kecamatan Doro, untuk menuju ke Petungkriyono bisa menggunakan Doplak. Penggunaan Doplak sebagai sarana transportasi di Petungkriyono ini diharapkan agar menjadikan Petungkriyono tempat wisata yang tetap asri, dengan menggunakan transportasi ramah lingkungan. Doplak ini selain ramah lingkungan juga diharapkan agar bisa mengangkat perekonomian warga sekitar yang bekerja sebagai seorang kusir, juga agar masyarakat tetap ikut andil dalam menjalankan kegiatan wisata di Petungkriyono.

AKOMODASI

Penginapan yang ada saat ini di obyek wisata Petungkriyono yaitu dari pondokan rumah warga yang mengijinkan untuk ditinggali oleh wisatawan. Untuk itu saya akan mengembangkan homestay bernuansa alami. Bangunan homestay berupa pondok dari kayu di dekat obyek-obyek wisata yang ada di Petungkriyono. Di beberapa lokasi obyek wisata juga terdapat area Camping Ground yang dapat digunakan wisatawan untuk menginap dengan menyewa peralatan di petugas wisata.

KONSUMSI

Makanan yang ada di Petungkriyono ini sudah termasuk Sustainable Catering karena Petungkriyono merupakan daerah pegunungan jadi terdapat banyak sayur dan buah-buahan dari perkebunan organik. Namun masih jarang adanya tempat makan di sekitar lokasi obyek wisata. Jadi untuk kemudahan wisatawan, penambahan pembangunan tempat makan di sekitar obyek wisata sangat diperlukan. Rencananya rumah makan tersebut akan menjual makanan-makanan tradisional khas Pekalongan dan Petungkriyono khususnya dengan warga sekitar sebagai pengelola rumah makan tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s